PADANG PARIAMAN — Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DLHPKPP) Kabupaten Padang Pariaman kembali melahirkan terobosan baru. Guna mempercepat penanganan lingkungan dan tata ruang, DLHPKPP resmi memperkenalkan KAMU TPS, sebuah inovasi sistem basis data dan pemetaan spasial terintegrasi.
Inovasi ini dirancang khusus untuk memetakan sebaran kawasan permukiman kumuh sekaligus titik-titik pengumpulan dan pengelolaan sampah di seluruh wilayah Kabupaten Padang Pariaman.
Kehadiran KAMU TPS menjadi angin segar bagi keterbukaan informasi publik. Melalui database pemetaan ini, seluruh lapisan elemen masyarakat, mulai dari warga, akademisi, hingga pemangku kebijakan tingkat desa, kini dapat mengakses informasi tata ruang secara real-time dan transparan.
Kemudahan Akses dan Arah Kebijakan Terukur
Selama ini, penanganan kawasan kumuh dan distribusi pengelolaan sampah seringkali terkendala oleh minimnya data yang terintegrasi. Dengan adanya inovasi pemetaan ini, DLHPKPP Padang Pariaman menargetkan dua sasaran utama:
Pemantauan Kawasan Kumuh: Menyajikan data progresif mengenai luasan kawasan kumuh yang belum dan sudah berhasil ditangani oleh pemerintah daerah. Hal ini memudahkan masyarakat untuk ikut mengawal arah kebijakan pengentasan lingkungan kumuh di daerahnya.
Optimalisasi Pengelolaan Sampah: Memetakan lokasi spesifik Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan fasilitas pengolahan sampah lainnya. Masyarakat kini tidak perlu bingung mencari lokasi pembuangan atau pelaporan tumpukan sampah yang tidak terkelola.
"Inovasi KAMU TPS bukan sekadar peta digital biasa. Ini adalah wujud komitmen pemerintah daerah untuk melibatkan masyarakat dalam mengawal arah kebijakan tata ruang. Dengan data yang terbuka, intervensi program peningkatan kualitas kawasan kumuh dan manajemen persampahan akan jauh lebih tepat sasaran," ungkap perwakilan DLHPKPP Padang Pariaman.
Mendorong Partisipasi Publik
Melalui akses informasi yang terbuka lebar, pemerintah berharap masyarakat tidak lagi menjadi objek pembangunan, melainkan subjek yang aktif berpartisipasi. Warga dapat dengan mudah mengetahui apakah lingkungan tempat tinggalnya masuk dalam zona prioritas penataan atau bagaimana alur distribusi sampah di desanya dikelola.
Ke depannya, inovasi KAMU TPS diharapkan mampu menekan angka pertumbuhan kawasan kumuh baru dan mewujudkan visi Padang Pariaman yang lebih bersih, sehat, dan tertata dengan baik.